Memilih Pemimpin dan Jangan GolPut (bagian 1)

Mungkin ada diantara anda yang berpikir untuk Golput pada pemilu mendatang. Entah karEna anda kecewa dan tidak percaya dengan partai yang ada sekarang. Namun sebelum Anda memutuskan untuk golput, saya menawarkan alternatif pemikiran yang mungkin bisa menjadi pertimbangan:

Tidak ada Partai yang sempurna

Jika anda mungkin muak dengan tingkah para politisi dari semua partai dan akhirnya memutuskan untuk golput, maka saya katakan “iya, tidak ada partai yang sempurna”.

Manusia adalah makhluk sempurna karena diciptakan oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala Yang Maha Sempurna. Kesempurnaan manusia terletak pada penciptaannya dan dibandingkan dengan makhluk lain, namun bukan berarti manusia adalah kesempunaan itu sendiri.
Nah, jika manusia sendiri tidak sempurna dan manusia adalah tempatnya salah maka bagaimana mungkin partai yang merupakan produk manusia bisa menjadi sempurna?
Yang perlu kita sadari bahwa setiap partai politik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi tugas kita adalah melihat dan menilai, partai dan kader dari partai mana yang layak kita pilih.

Nilai Parpol anda

Belakangan ini muncul berita tentang perbandingan korupsi antar parpol di Indonesia. Sehingga nampak jelas mana parpol yang kadernya banyak tersangkut kasus korupsi dan mana yang sedikit. Sebelum anda memutuskan untuk memilih partai tentu berdasarkan data tersebut, saya menawarkan sebuah pemikiran.
Misalnya anda membandingkan partai A dengan partai B, dimana berdasarkan data itu terdapat 8 orang kader partai A yang tersangkut korupsi dan 2 kader dari partai B. Nah pertanyaannya, apakah berarti partai B lebih baik dari partai A?

Bagaimana kalau kita melihat dari sudut yang berbeda?
Bahwa partai A dengan banyaknya akder yang telah tertangkap, membuat partai ini “lebih bersih” dari korupsi, dan sebaliknya di partai B, baru 2 orang yang ketahuan korupsi dan kemungkinan masih banyak yang berlum terendus oleh pejahatannya. Jadi sarannya, jangan terlalu fanatik pada 1 partai tertentu😀

Tips memilih :
Jelas sebagai Muslim, hal pertama yang harus dijadikan landasan untuk melakukan sesuatu adalah Al-Qur’an. Didalam Al-Qur’an, ALLAH Subhanahuwata’ala secara jelas telah menerangkan di Surat Ali Imran ayat 28 sebagai berikut:

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali(*) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan ALLAH, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan ALLAH memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada ALLAH kembali(mu).
(*)Awliya’ adalah bentuk jamak dari kata wali, berarti teman akrab, juga berarti pimimpin, pelindung atau penolong

Nah, apakah Islam saja cukup untuk menjadi kriteria seseorang layak dipilih? Tentu tidak, maka berikut tips ketika memilih:

Dalam Al-Quran Allah Swt berfirman :

(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. al-Hajj [22]:41)

  1. Kenali calon pemimpinnya, partainya serta visi dan misinya
  2. Pilihlah pemimpin yang cerdas dan tidak hanya menjadi boneka.
  3. Pilih yang bagus akhlaknya, misalnya jangan memilih pemimpin yang ketika kampanye disertai dangdut koplo dan joget-joget gak jelas.
  4. Jangan pilih yang banyak JUALAN janji, apalagi yang memaksa dan arogan kaya gini.
  5. Jangan lupa berdoa ketika memilih

Bagian kedua tentang Jangan Golput

This entry was posted in Politik and tagged , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Memilih Pemimpin dan Jangan GolPut (bagian 1)

  1. ho oh, setuju sama Bismi🙂

  2. hp.indra says:

    Sepakat sih bro…
    cma ada alasan lain knpa orang kyak aq gk ikut PEMILU.
    “Males harus plang ke aceh untuk ikut PEMILU”

  3. Pingback: Memilih Pemimpin dan Jangan GolPut (bagian 2) | bismif

  4. satukataku says:

    Setuju.. hanya saja pada bagian “menilai parpol anda”, menurut saya parpol yang sedikit korupsinya jauh lebih baik.. bukankah kita sebaiknya menilai dari apa yang sudah nyata (sesuai data ) daripada sekedar asumsi kita. Kalau menurut saya semakin banyak yang korupsi di sebuah partai, berarti korupsi sudah menjadi budaya di partai tersebut. Dan bukankah itu bukti nyata bagi kita untuk tidak memilih caleg dari partai tersebut karena sistem partainya sendiri tidak bisa mencegah budaya korupsi.. cmiiw..🙂

    • bismi says:

      🙂 memang pada dasarnya seperti itu. tapi disini saya mencoba melihat dari sisi yang lain, agar seseorang jangan fanatik berlebihan terhadap sebuah partai🙂

  5. fahrialfauzi says:

    setuju dengan pemikiran babang bismi, tapi sebenarnya tingginya angka Golput di Negara kita umumnya karena sudah hilangnya rasa kepercayaan terhadap Tokoh2, mungkin yang diinginkan sekrang bukn janji tp bukti.

    • bismi says:

      “mungkin yang diinginkan sekrang bukn janji tp bukti.”
      Agar kita tahu kalau seorang pemimpin itu membuktikan janjinya, terlebih dahulu kan si calon pemimpin harus terpilih dulu, dan kitalah yang memilih. jadi jangan golput🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s